Kamis, 13 Oktober 2016

Puisi

Judul: Apa Kau Lelah?

Seketika Hening..
Bagai Lonceng Tak Berdenting
Entah Darimana Asalnya
Seakan Penjuru Dunia Pun Tak Peduli

Begitu Pula Aku..
Kau Yang Jauh Dari Imaji
Aku Yang Jauh Dari Logika
Tak Berakar Namun Terbakar

Apa Kau Lelah?
Seolah Berlari-Lari
Menolak Hatimu Sendiri..
Nyenyak Bersama Ruang
Terlelap Dalam Kosong

Di Penghujung Malam Dingin..
Yang Tertatih Menyongsong Sepi..
Terdengar Teriakan Lantang
Memanggil Kabut Untuk Datang
Menemaninya Esok Hari
Atau Mentari Yang Selalu Menanti?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Judul: Pertemuan Akan Penantian

Mengendap, Lalu Berjalan..
Menelusuri Lorong Harapan
Ruang dan Waktu Terpisah
Dalam Detik yang Terekam

Kau Bertanya..
Dimana Semua Dimulai?
Jika Berbicara Penuh Ungkapan
Atau Hanya Sebatas Kata-Kata..
Untuk Menjemput Awal
dan Kemudian Berakhir

Seperti Bermimpi Diantara Bukit-Bukit
Walau Tanpa Angkasa Berbintang
Setelahnya..
Menyampaikan Pada Lautan
Atau Mungkin..
Hanya Terdiam di Dalam Hutan?

Aku Mengharapkannya..
Pertemuan Akan Penantian
Bagai Angin yang Penuh Kesejukan
dan Hujan yang Membelah Udara..
Lalu, Mengalir Deras Bersamanya
Diantara Kita Berdua

Rabu, 07 September 2016

Tax Amnesty Sebagian Dari Revolusi Mental

Aku bingung ingin menulis apa.. Di saat liburan seperti ini paling enak ya liburan.. tetapi, akhir-akhir ini banyak muncul isu-isu yang mengganggu liburanku hehehe.. salah satunya ya tentang amnesti pajak atau program pertobatan pajak..

Amnesti pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan dengan mengungkap harta dan membayar uang tebusan.

Tujuan Tax Amnesty adalah membawa pulang dana di luar negeri (repatriasi), memperluas basis data perpajakan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan reformasi perpajakan. Namun, lebih jauh dari tujuan-tujuan tersebut, Tax Amnesty ini bisa menjadi sebuah Revolusi Mental terselubung, yaitu membangun kepercayaan antara masyarakat dan institusi pajak. Kesempurnaan moral bagi manusia memang sulit dicapai. Namun, keteladanan dan kepercayaan harus ditonjolkan oleh para pemimpin dan institusi pemerintahan. Terlebih, tingkat pendidikan di Indonesia masih belum tinggi, sehingga nilai-nilai keteladanan harus ditonjolkan.

Background.. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan dan jauh dari ekspektasi yang diharapkan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada penerimaan pajak nasional. Perlambatan ini dianggap ikut berperan dalam penurunan penerimaan pajak negara, sehingga target penerimaan pajak tidak terpenuhi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini juga mengurangi ketersedian likuiditas dalam negeri. Padahal, likuiditas ini diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam kondisi seperti itu, beberapa warga negara Indonesia terutama kelas menengah ke atas, banyak yang memiliki, menyimpan, atau menempatkan hartanya di luar negeri. Seharusnya, harta yang dimiliki beberapa elite WNI dapat dimanfaatkan untuk menambah penerimaan pajak negara dan menambah likuiditas dalam negeri. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagian dari harta yang berada di luar wilayah Indonesia tersebut belum dilaporkan oleh pemilik harta dalam SPT Penghasilannya, sehingga terdapat konsekuensi perpajakan yang mungkin timbul jika dilakukan pembandingan dengan harta yang telah dilaporkan dalam SPT yang bersangkutan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan para pemilik harta tersebut merasa ragu untuk membawa kembali atau mengalihkan hartanya untuk diinvestasikan dalam kegiatan ekonomi di Indonesia.

Indonesia masih bertumpu pada penerimaan pajak dalam memenuhi pembiayaan. Dilihat dari APBN 2016, porsi penerimaan pajak masih mencapai 84,96% sebesar Rp. 1.546,7 trilliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak hanya sebesar Rp. 280,3 trilliun. Padahal, banyak sumber-sumber pendapatan yang bisa menjadi alternatif investasi atau modal masuk. Analoginya sama seperti harta perusahaan hanya didapat dengan cara menambah modal, berutang, atau laba hasil usaha. Padahal ada banyak cara untuk meningkatkan perfoma laporan keuangan itu sendiri. Oleh karena itu, karena pajak masih menjadi tumpuan utama, maka  peningkatan penerimaan pajak negara sangat dibutuhkan. Salah satu cara yang ditawarkan pemerintah adalah dengan program tax amnesty ini.

Terlebih lagi, basis penerimaan pajak negara Indonesia memang sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. Tax Ratio kita hanya sekitar 10-11%, padahal rata-rata Tax Ratio di ASEAN sudah mencapai angka 15-16%. Tax Ratio adalah penerimaan negara dibagi dengan PDB. Tax Ratio yang rendah tersebut merupakan ironi, karena size economy Indonesia merupakan 20 besar di dunia (G-20). Dengan size economy yang besar, seharusnya Indonesia memiliki Tax Ratio yang lebih baik lagi. Kenapa bisa seperti itu?

Compliance..

Menurut data dari kurang lebih 250 juta jiwa warga Indonesia, 60 juta diantaranya adalah mereka yang bekerja dengan pendapatan menengah. Sementara itu 2,5 juta merupakan PT. Sedangkan dari data kemenkop & umkm 55 juta lebih merupakan pelaku usaha. Dari data tersebut, ironisnya yang menjadi wajib pajak (memiliki NPWP) hanya 30 juta jiwa, padahal potensinya bisa mencapai 60 juta WP. Sebagian besar WP tersebut adalah karyawan yang penghasilannya sudah dipotong pajak. Sementara itu, WP yang menyampaikan SPT hanya 10 juta jiwa di tahun 2015 kemarin. SPT yang disampaikan tersebut sebagian sudah dipotong alias nihil. Dan.... yang membayar kurang bayar secara rutin hanya sekitar 1 juta WP. Ini baru berbicara mengenai kepatuhan formal, bukan kepatuhan materiil meliputi benar, lengkap, dan jelas pemenuhan kewajiban pajak.

Kenapa kepatuhan WP di Indonesia begitu rendah? Sudah tertebak. Itu kembali ke perilaku pegawai pajak. Berita-berita negatif tersebut menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya tingkat kepatuhan WP. Padahal dalam era perekonomian yang serba terbuka ini, TRUST merupakan modal paling mendasar.

Fairness..

Isu kedua yang paling diperhatikan dari program Tax Amnesty adalah isu keadilan. Banyak kalangan berpendapat bahwa program ini mengampuni para penjahat atau para koruptor-koruptor yang asal-usul kekayaannya tidak diketahui. Tax Amnesty merupakan hak setiap WP menurut UU, artinya WP bisa menggunakannya atau tidak menggunakannya. Kecuali, WP yang sedang disidik dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, dalam proses peradilan atau menjalani hukum pidana perpajakan yang tidak berhak menggunakan Tax Amnesty.

Penghasilan dalam UU pajak penghasilan merupakan setiap tambahan kemampuan ekonomis dengan nama dan dalam bentuk apapun, yang dapat digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan. Jadi, asal-usul atau sumber penghasilan tidak dipersoalkan. Terlebih lagi, data dan informasi yang bersumber dari program Tax Amnesty tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana terhadap WP. Data atau informasi yang disampaikan WP dalam Surat Pernyataan untuk Pengampuanan Pajak tidak dapat diminta oleh siapapun atau diberikan kepada pihak manapun berdasarkan peraturan perundang-undangan lain, kecuali atas persetujuan WP itu sendiri.

Lalu, apakah ini adalah jebakan batman? Atau mungkin jebakan spider-man? Hehehe..

Pemerintah menyatakan bahwa program Tax Amensty ini bukan jebakan, tetapi momen rekonsiliasi antara pemerintah sebagai otoritas perpajakan dan masyarakat sebagai wajib pajak. Seperti yang telah saya tulis diatas mengenai kepatuhan, selain itu masih banyak kelemahan dalam regulasi dan administrasi perpajakan. Sehingga, ini adalah momen yang pas untuk melakukan reformasi di bidang perpajakan. Di sisi lain, WP diharapkan kejujuran dan keterbukaannya dalam mengikuti program ini sehingga terhindar dari sanksi yang memberatkan. Jadi, menurutku dapat dikatakan bahwa Tax Amnesty ini sebagian dari revolusi mental.  Program ini menonjolkan kejujuran dan meningkatkan kepatuhan, serta membangun kepercayaan diantara pemerintah dan masyarakat.

Mohon maaf jika ada salah-salah tulisan, semoga bermanfaat bagi saya yang sedang berlibur.. next time saya ingin membahas sedikit atau sebagian kecil dari teknis program tax amnesty.. kalo ada waktu dan kesempatan.. serta kalo ada niat.. hehehe.. see ya

Jumat, 02 September 2016

Penelitian Ilmiahku


ABSTRAKSI

Fiqhifauzan Firdaus, 23213483
IMPLIKASI KEBIJAKAN REVALUASI ASET TETAP TERHADAP FINANCIAL PERFORMANCE PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. DAN PENERIMAAN NEGARA.

Penulisan Ilmiah. Fakultas Ekonomi. 2016
Kata Kunci : Revaluasi Aset Tetap, Akuntansi, Perpajakan.
(xi + 48+ lampiran)

Kondisi perekonomian Indonesia yang rentan terhadap inflasi dan depresiasi mata uang rupiah, menyebabkan nilai aset perusahaan mudah mengalami perubahan dari harga perolehannya. Adanya perbedaan nilai antara nilai buku dan nilai wajar aset mendorong perusahaan untuk melakukan kebijakan revaluasi aset tetap. Penulisan Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui implikasi kebijakan revaluasi aset tetap terhadap financial performance PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang dilakukan di Tahun 2015.

Penulisan ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif komparatif, yaitu dengan cara mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisa data dengan menggunakan rincian revaluasi aset tetap perseroan. Rincian revaluasi aset tetap perseroan diperoleh melalui website resmi PT Bank Negara Indonesia Tbk. yang diterbitkan di tahun 2015.

Hasil penelitian ini adalah peningkatan nilai aset tetap perseroan setelah dilakukan revaluasi aset tetap dan pajak penghasilan final yang diperoleh negara dari selisih lebih atas revaluasi aset tetap yang dilakukan PT. BNI Tbk. Kebijakan revaluasi aset tetap dapat meningkatkan financial performance perseroan yang tercermin dari Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif Lainnya perseroan yang lebih baik akibat peningkatan nilai aset tetap setelah dilakukan revaluasi. Kebijakan revaluasi aset tetap dapat menambah modal perusahaan tanpa melakukan setoran modal baru dan/atau tanpa berutang. Sehingga kebijakan ini merupakan opportunity bagi perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangannya, serta opportunity bagi negara untuk mendapatkan tambahan penerimaan negara dari pajak penghasilan final atas revaluasi aset tetap.

Daftar Pustaka (2008 - 2016)

Sabtu, 25 Juni 2016

Contoh Kasus Audit Kecurangan : Studi Kasus Lehman Brothers

Lehman Brothers merupakan Bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terbesar di USA, dimana menjamin hampir separuh dari total KPR di USA.
KPR di USA disebut dengan Mortgage.

Image result for lehman brothers

Mortgage berasal dari bahasa Prancis yang berarti “matinya sebuah ikrar”.
Dalam Mortgage, konsumen mendapat kredit lalu memiliki rumah. Rumah tersebut masih milik pihak pemberi kredit, namun rumah boleh ditempati oleh konsumen selama cicilan belum lunas.
Karena rumah itu bukan milik konsumen, maka jika terjadi kredit macet rumah otomatis tidak dapat ditempati lagi.
Konsumen yang tidak dapat membayar cicilan, maka ikrarnya dianggap mati (perjanjian dibatalkan). Sehingga konsumen harus meninggalkan rumah tsb.

Image result for mortgage

Pada awalnya mortgage ini berjalan lancar di USA, karena nasabah yang dituju adalah nasabah-nasabah yang prima (prime mortgage) dan harga properti mengalami kenaikan terus-menerus.
Masalah muncul ketika demand terhadap mortgage ini rendah (tidak laku), sehingga harga pasar properti cenderung mengalami stagnansi bahkan melemah. Sehingga menjadi masalah besar.
Lehman Brothers sebagai pihak penyalur KPR untuk mengatasi masalah ini, justru memberikan kredit kepada nasabah yang kurang layak (sub-prime), dengan harapan mortgage laku di jual dan harga properti akan mengalami kenaikan kembali.
Nasabah yang sebelumnya mengalami kredit macet dapat memiliki kembali mortgage baru.
Banyak pula mortgage yang diberikan dengan persyaratan rendah, hanya dengan 5% uang muka, bahkan tanpa uang muka.
Adapula mortgage yang hanya mensyaratkan pembayaran bunga tanpa mewajibkan nasabah pembayaran pokok cicilan.
Nasabah yang tidak potensial ini disebut Sub-Prime.

Di USA, negara yang memiliki industri keuangan maju, pada umumnya kredit-kredit mortgage tersebut yang diberikan perbankan, kemudian oleh bank dikumpulkan dan jika jumlahnya mencukupi dapat dilakukan sekuritasasi.
Sekuritas tersebut dapat diterbitkan di pasar modal.
Proses ini disebut dengan proses mentransformasi mortgage menjadi surat berharga.
Dengan kata lain surat berharga tersebut dijamin oleh mortgage, atau dikenal dengan istilah Mortgage Back Securities (MBS).

Image result for mortgage back securities picture

Singkat cerita, penjualan mortgage menjadi sangat laku, dan nilai MBS pun terus meningkat di pasar sekuritas.
Namun, karena nasabah yang memiliki mortgage mayoritas bermasalah (sub-prime), tidak mampu melunasi cicilan, sehingga pihak Lehman Brothers pun kesulitan untuk melunasi kewajiban sekuritas yang telah di terbitkan di pasar modal.
Sehingga, Lehman Brothers melakukan rekayasa keuangan untuk membayar kewajiban dan memanipulasi pihak pemegang saham di pasar sekuritas.

Lehman Brothers diduga menjadikan pinjaman (loans) sebagai penjualan (sales).
Skandal Lehman Brothers ini mencuatkan praktik “manipulasi standar akuntansi (window dressing).
Window dressing sejatinya adalah tindakan pidana, namun sulit untuk dibuktikan di pengadilan karena menyangkut interpretasi dan judgement yang berlaku secara akuntansi.
Window dressing adalah upaya mempercantik kondisi keuangan secara artificial agar kondisi perusahaan terlihat lebih kuat.

Image result for repo transaction

Window dressing yang dilakukan adalah transaksi “repo”
Lehman Brothers melakukan transaksi Repo untuk mencari dana, agar dapat menutupi kewajiban kepada para pemegang saham di pasar sekuritas mortgage.
Repo adalah pinjaman yang dijamin dengan agunan, biasanya berupa surat-surat berharga (securities).
Dalam istiah ekonomi, transaksi Repo disebut “collateralized borrowing”.
Lazimnya di Indonesia dikenal dengan istilah gadai.
Dalam hal ini, Lehman Brothers melakukan gadai surat-surat berharga atau gadai saham, yaitu sekuritas mortgage.
Di USA, pada umumnya transaksi Repo dibedakan menjadi 2 jenis:
            1. Classic Repo
            2. Sell and Buy Back

Transaksi Repo ini merupakan “Accounting Gimmick” yang digunakan oleh Lehman Brothers untuk mengurangi jumlah kewajibannya di Balance Sheet.
Classic Repo adalah pinjaman berupa dana (cash) yang dijamin dengan agunan.
Pihak yang meminjam dana (buyer or borrower) akan mencatat pinjaman di sisi Hutang (liabilities) sebagai lawan dari penerimaan Kas.
Sehingga perusahaan memiliki kewajiban untuk melunasinya.
       (DR) Kas $ XXX         
            (CR) Hutang $ XXX

Sell and Buy Back Repo adalah pinjaman yang diperoleh dengan mengikutsertakan agunan (surat berharga). Sehingga, seolah-olah surat berharga ikut berpindah tangan.
Dengan demikian, penerimaan Kas dari pinjaman akan diikuti dengan penyerahan aset.
Namun, transaksi ini mengharuskan aset tersebut dibeli kembali oleh peminjam dana
(DR) Kas $ XXX
             (CR) Aset (Surat Berharga) $ XXX
Jadi, transaksi Sell and Buy Back Repo ini seperti menjual sementara surat berharga untuk kemudian dibeli kembali.

Image result for repo transaction

Pada saat itu, Lehman Brothers menggunakan transaki repo metode Sell and Buy Back.
Namun, kewajiban Lehman Brothers untuk membeli kembali surat berharga tersebut tidak diungkapkan sebagaimana mestinya yang tercantum pada SFAS (Statement of Financial Accounting Standards) 140 yang berlaku di USA sejak tahun 2001.

Pada saat itu, Lehman Brothers berdalih bahwa transaksi repo yang terjadi dilakukan  dengan pihak terkait di Inggris, yang konon memiliki sistem hukum dan standar akuntansi yang berbeda dengan USA.
Menurut argumen pihak Lehman Brothers, transaksi repo semacam ini di Inggris merupakan penjualan outright atau dengan kata lain (true sales).
Sehingga pihak Lehman Brothers memanfaatkan situasi perbedaan hukum dan standar akuntansi di Inggris dan USA.
Peristiwa perbedaan ini disebut Regulatory Arbitrage.

Image result for regulatory arbitrage

Dengan dalih seperti itu, maka transaksi repo yang dilakukan dapat memperbaiki kondisi laporan posisi keuangan Lehman Brothers menjadi lebih sehat.
Transaksi repo dianggap sebagai true sales sehingga penerimaan kas, tanpa menimbulkan hutang baru. Sehingga ratio hutang terhadap modal (leverage ratio) menjadi lebih baik.
Oleh karena itu, Lehman Brothers menjadi lebih likuid. Padahal saat itu, likuiditas bank-bank di USA tengah menjadi sorotan.

Namun akhirnya semua rekayasa keuangan yang dilakukan Lehman Brothers terungkap dan tidak bertahan.
Ernst&Young sebagai KAP Lehman Brothers pun dianggap tidak memenuhi standar sebagai auditor dan melakukan mal praktek.
15 September 2008, Lehman Brothers dinyatakan bangkrut dengan total nilai aset sebesar $639 Milyar dan hutang sebesar $619 Milyar.
Kebangkrutan ini adalah kebangkrutan terbesar yang pernah terjadi di dunia, mengalahkan kebangkrutan WorldCom dan Enron.

Kebangkrutan Lehman Brothers yang merupakan multi national company dan memiliki sekitar 25.000 pekerja di seluruh dunia memicu krisis global 2008.
Fraud yang dilakukan Lehman Brothers membuat para investor mengalami krisis kepercayaan terhadap pasar modal USA, sehingga mereka menarik modal dari entitas-entitas di USA.
Di bulan Oktober tercatat rekor penurunan index Dow Jones terbesar dalam waktu sebulan di dunia.

USA sebagai negara Super-Power yang memiliki pengaruh besar di seluruh dunia, akhirnya menyebarkan virus krisis keuangan ke seluruh dunia, terutama negara-negara maju.
Krisis kepercayaan para investor membuat entitas-entitas di USA mengalami kesulitan modal, sehingga produktivitasnya menurun.
Hingga akhirnya, laju pertumbuhan ekonomi dunia tidak bergerak dan sebagian belahan dunia mengalami resesi.

Image result for financial globe crisis

Krisis Keuangan Global di sejumlah negara maju, menjadi berkah bagi negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia.
Aliran dana luar negeri masuk begitu deras ke Indonesia di tahun 2008 - 2010, hingga rupiah sempat menguat sekitar Rp. 9.500
Para investor asal USA memindahkan investasi mereka ke negara-negara berkembang yang potensial.

KESIMPULAN

Keserakahan Lehman Brothers untuk menguasai seluruh bisnis dan terus berusaha memuaskan para pemegang saham akhirnya menjadi sebuah Boomerang.
Para pemegang saham selalu menuntut sebuah entitas menghasilkan laba, sehingga entitas kerap kali melakukan rekayasa laporan keuangan.
Ketidak-professionalan KAP Ernst&Young telah mencederai nilai-nilai etika profesi auditor independen.
Terbukti, profesi Accountant dan Auditor adalah profesi yang memiliki tanggung jawab sangat besar.
Sedikit kelalaian dari Accountant dan Auditor dapat menghancurkan sebuah entitas, bahkan menyebabkan seluruh dunia krisis.
Sebaliknya, Accountant dan Auditor yang baik akan dapat membantu entitas untuk terus bertahan, dan membantu dunia mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

SARAN

Sebagai sebuah entitas, tidak baik untuk terus berekspansi secara berlebihan dan menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan.
Para pemegang saham, sebaiknya tidak selalu money-oriented atau profit-oriented. Tetapi, keberlanjutan entitas juga sebuah nilai yang penting.
Jadilah Accountant dan Auditor yang memegang teguh etika profesi dan standar yang berlaku.
Sebagai manusia biasa, dan di bulan Ramadhan yang suci ini, mari kita tingkatkan iman & taqwa bersama agar tidak tergoda dengan berbagai macam godaan setan.
Semoga kita dapat menjadi manusia yang lebih baik, dan dapat selalu berjalan di jalan  yang diridhoi-Nya.

Minal aidzin wal faidzin,
mohon maaf lahir dan batin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H.


Minggu, 01 Mei 2016

A Great Team Behind The Show: Pertemuan Nasional Relawan Komunitas Peduli ASEAN (KAPAS)

A Great Team Behind The Show: 
Pertemuan Nasional Relawan Komunitas Peduli ASEAN (KAPAS)
Ruang Nusantara lt.2 Gedung Kementrian Luar Negeri
Sabtu, 30 April 2016


Pertemuan ini bertujuan untuk mengajak seluruh Generasi Muda Indonesia bergotong royong dan ikut aktif berkontribusi menjadikan Indonesia Juara di ASEAN.


A great event surely has a great team behind it.
Referring to that, I do say thank you to KAPAS Committee and Kemenlu Team for all the efforts in organising Pertemuan Nasional Relawan Komunitas Peduli ASEAN.

Introduce the committee.



Jum'at, 29 April 2016
lt. 10 Gedung Kementrian Luar Negeri RI
Di antara semangat rapat atau semangat makan pizza :D

Also, we would like to give our best regard and best appreciation to Ibu Sofia dan Pak Zul from Biro InfoMed Kemenlu RI who had give all the support to us since the pre event.
Terima kasih telah humble dan kooperatif dalam membantu mendukung kesuksesan acara ini.
Terima kasih telah disediakan ruangan dan hidangan pizza untuk rapat hehehe..





Rampung beres-beres dan memasang banner, foto dulu + mencoba kursi hehehe..
Terima kasih untuk Pak Kis and Friends dari Biro Perlengkapan Kemenlu RI dalam membantu menyiapkan acara ini.



We are the team behind the show :) 


And this is the day



Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah salah satu bentuk tradisional gotong royong.
MEA merupakan integrasi ekonomi regional di antara negara-negara anggota ASEAN dalam menghadapi persaingan dan perdagangan bebas.
Perdagangan bebas dapat berupa arus barang, modal/investasi, dan tenaga kerja.
Masyarakat Ekonomi ASEAN masih dalam tahap awal pengembangannya sebagai sebuah pasar yang bersatu (pasar tunggal).
Mungkin suatu saat nanti, akan tiba waktunya tercipta Single Currency atau mata uang ASEAN seperti di Uni Eropa.

Namun, faktor perbedaan sosial-budaya dan latar belakang politik di antara negara-negara ASEAN menjadikan lebih sulit dalam menyatukan ASEAN secara utuh dibandingkan negara-negara di Eropa.
Dalam perkembangannya, saat ini negara-negara ASEAN menjadi lebih demokrasi dan terbuka terhadap persaingan, misalnya Vietnam dan Myanmar yang mengalami kemajuan pesat paska transformasi bentuk pemerintahan.

Sementara itu, Indonesia seperti tidak terlalu terlihat perkembangannya karena memiliki disparitas tinggi diantara masyarakatnya.
Sebenarnya, Indonesia merupakan negara terdepan diantara negara-negara lain di ASEAN, namun karena faktor pembagi yang besar maka rasio Indonesia selalu menjadi lebih kecil.

Untuk itu, salah satu tujuan pertemuan nasional dan seminar acara ini adalah untuk melakukan sosialisasi MEA kepada masyarakat luas.
Besar harapan, masyarakat menjadi lebih tahu dan mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta menjadi pemimpin di ASEAN.


Selain itu, tujuan Pertemuan Nasional ini adalah mengajak Generasi Muda Indonesia aktif berpartisipasi mempromosikan Indonesia melalui Media Sosial.
Media sosial saat ini merupakan teknologi yang paling berpengaruh di dunia.
Sebagai contoh: Barack Obama mampu menjadi Presiden USA, karena pencitraan di Media Sosial, terutama Facebook.
Oleh karena itu, dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia (usia produktif yang tinggi), yaitu generasi muda yang melek teknologi, maka Media Sosial akan menjadi kekuatan besar bagi Bangsa Indonesia.
Menurut data We Are Social sampai bulan Novemeber 2015, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta pengguna. 79 juta diantaranya merupakan pengguna aktif media sosial.
Artinya, 79 juta pengguna media sosial ini lebih besar dari jumlah penduduk di negara-negara ASEAN lain, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dll.

Jika mampu dikelola dengan bijak, maka media sosial akan mampu menjadi amunisi mematikan yang dimiliki Indonesia.

Dan hal itu terbukti pada Pertemuan Nasional dan Seminar Relawan Komunitas Peduli ASEAN mampu menjadikan hashtag #IndonesiaJuaraASEAN menjadi trending topic di Media Sosial tanpa buzzer




Para Pejabat Kemenlu pun ikut menggunakan media sosial untuk mempromosikan Indonesia dengan hashtag #IndonesiaJuaraASEAN


Cerminan bahwa pejabat hari ini harus selalu kerja keras untuk rakyat dan negara, tidak bisa bersantai-santai, dan harus mampu menggunakan media sosial dengan bijak.


Duo admin kece @Portal_Kemlu_RI yang sepanjang acara suka makan permen bareng panitia KAPAS hehehe..




Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi diplomat. Setiap orang mampu menjadi diplomat, salah satu caranya adalah dengan menggunakan Media Sosial untuk hal-hal positif seperti mempromosikan budaya, wisata, kuliner, produk-produk Indonesia, dan semua tentang Indonesia di Media Sosial.
Hal ini akan menjadikan bargaining position Indonesia di mata ASEAN bahkan di mata dunia menjadi lebih baik.


Semoga Indonesia mampu menjadi Juara ASEAN dan Juara Dunia.







An event can't be great without any support.
Big Thanks for attending Pertemuan Nasional Relawan Komunitas Peduli ASEAN dan launching website www.kepnas.com

Salam Diplomasi!

#IndonesiaJuaraASEAN

#IndonesiaJuaraDunia