Rabu, 07 Mei 2014

Bab 4, Target Pasar

Luas pasar bagi perusahaan tidak selalu berarti penjumlahan seluruh populasi penduduk. Populasi penduduk tidak selalu berarti populasi pasar. Populasi pasar (market population) atau sering disebut sebagai potensial pasar adalah keseluruhan permintaan terhadap produk tertentu pada wilayah dan periode waktu yang tertentu pula.
Market Share adalah bagian pasar yang mampu dikuasai oleh perusahaan apabila dibandingkan dengan penjualan seluruh industrinya (total penjualan perusahaan yang sejenis). Market Share (absolut maupun relatif) merupakan indikator perusahaan yang mampu menjelaskan tentang :
1. Kemampuan penguasaan pasar dapat dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan. Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mempertahankan atau meningkatkan tingkat market-share. Sehingga pencapaian tujuan berarti juga dianggap sebagai keberhasilan perusahaan.
2. Kedudukan (posisi) perusahaan di pasar persaingan. Berdasarkan tingkat market-share, kedudukan masing-masing perusahaan dapat dilakukan urutan atau rangkingnya dalam persaingan. Secara berturut-turut posisi perusahaan dapat dibedakan sebagai : Market Leader, Challenger, Follower, dan Market Nicher.

PENGUASAAN PASAR
Peguasaan pasar mempunyai dua pilihan :
1. Menguasai keseluruhan
2. Hanya sebagian pasar yang dikuasai
Penguasaan keseluruhan (total) pasar dapat mendasarkan pada dua asumsi. Yaitu anggapan bahwa perilaku dan respons pasar relatif homogen atau anggapan kedua bahwa perilaku dan respons pasar adalah relatif heterogen.
Anggapan bahwa perilaku dan respon pasar adalah relatif homogen berarti perusahaan tidak membedakan pasar. Pasar dianggap sebagai suatu agregat yang komponen-komponennya mempunyai karakter dan berperilaku sama.
Apabila anggapan produsen tentang pasar adalah relatif heterogen, berarti pemasar melihat pasar meliputi berbagai ragam bagian atau pangsa pasar. Secara keseluruhan perilaku pasar adalah relatif heterogen yang terdiri dari beberapa segmen dengan perilaku dan respon yang masing-masing adalah relatif homogen.

AGREGASI PASAR
Pada umumnya, pasar mempunyai karakter dan perilaku tertentu. Pasar dapat dianggap mepunyai satu karakter dan perilaku yang sama. Oleh karena itu konsekuensi kebutuhan maupun usaha pasar untuk memperoleh barang juga berperilaku seragam. Meskipun dalam kenyataan, tidaklah demikian. Pemasar sengaja mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada. Ada beberapa alasan yang mendasari persepsi ini :

Pertama, karena sifat dari barang maupun perilaku tidak terlalu berbeda atau sulit untuk dibedakan. Kedua, permintaan atas prodk perusahaan adalah cukup tinggi, sehingga pasar tidak mempedulikan jika ada perbedaan produk. Ketiga, karena kemampuan perusahaan memproduksi barang relatif seragam atau karena kalau dibedakan tidak memberikan manfaat yang berarti. Pandangan ini melihat pasar sebagai suatu agregat. Prosesnya dikenal sebagai agregasi pasar (Market Aggregation).

SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih seragam.
Basis segmentasi pasar konsumen :
1. Geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb.)
2. Demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dsb.)
3. Psikografis (sikap, motivasi, persepsi, dsb.)
4. Kebiasaan (membeli, mengkonsumsi, dsb.)
Basis segmentasi pasar industrial :
1. Geografis (wilayah, sentra industri dan perdagangan)
2. Demografis (jenis industri, kapasitas atau luas produksi)
3. Variabel operasional (tingkat teknologi, pola konsumsi, kapabilitas dan kebutuhan pelanggan)
4. Pendekatan pembelian (tingkat wewenang bagian pembelian, struktur wewenang, kebijakan pembelian, kriteria pemeblian)
5. Faktor situasional (tingkat kepentingan, penggunaan, tingkat pemesanan)
6. Karakteristik personal (kesamaan pembeli-penjual, sikap terhadap resiko, tingkat loyalitas terhadap pemasok)
Proses segmentasi pasar :
1. Identifikasi basis segmentasi pasar
2. Mengumpulkan informasi pasar
3. Mengembangkan komposisi profil segmen
4. Penetapan konsekuensi pemasaran
5. Estimasi masing-masing potensi segmen pasar
6. Analisis peluang pasar
7. Penetapan penguasaan pasar
Segmentasi pasar diperlukan karena :

1. Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka.
2. Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu ataupun beberapa segmen pasar saja.
Kriteria efektifitas segmentasi pasar :
1. Dapat dijangkau (accessable)
2. Dapat diukur (measureable)
3. Memberikan keuntungan (profitable)
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai dasar penilaian masing-masing segmen pasar :
1. Luas dan pertumbuhan segmen pasar
2. Struktur pasar
3. Tujuan dan kapasitas perusahaan
Strategi penguasaan sasaran pasar meliputi tiga alternatif :
1. Pasar yang tidak membedakan (Undifferentiated marketing) adalah alternatif penguasaan seluruh pasar. Pasar dipandang sebagai satu kesatuan (agregat) yang dianggap empunyai karakter dan perilaku saa (homogen) Oleh karena itu perusahaan merancang peasaran dengan strategi yang tidak membedakan perbedaan-perbedaan karakter maupun perilaku pasar.
2. Pemasaran yang membedakan (Differentiated marketing) adalah alternatif penguasaan keseluruhan pasar. Pasar dipandang sebagai keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian-bagian (segmen) yang karakter dan perilakunya masing-masing berbeda (heterogen). Oleh karena itu perusahaan merancang masing-masing startegi pemasaran untuk masing-masing segmen pasar.
3. Pemasaran yang Terkonsentrasi (Concentrated marketing) Anggapan perusahaan atas perilaku pasar adalah heterogen. Melalui segmentasi pasar, dipilih satu segmen sebagai sasarannya. Pemasaran Terkonsentrasi adalah alternatif penguasaan salah satu segmen pasar.

PENEMPATAN POSISI PRODUK
Posisi produk adalah kedudukan merk atau produk pada peta persepsi dan preferensi konsumen terhadap kedudukan merk-merk atau produk-produk pesaingnya. Secara umum pengertian posisi produk meliputi :
1. Persepsi dan preferensi konsumen adalah mencerinkan pasar sasaran.
2. Persepsi dan preferensi konsumen mencerminkan manfaat produk secara fungsional ataupun nonfungsional menurut pandangan konsumen.
3. Kedudukan produk menurut pemikiran konsumen adalah relatif yang dapat digambarkan pada suatu peta persepsi atas produk-produk yang terasuk dalam kelas produknya.
Komponen posisi produk :
1. Produk-produk dala kelas produk atau struktur pasar akan saling bersaing.
2. Pasar berperilaku heterogen yang dapat dikembangkan proses segmentasi pasar.
3. Persepsi maupun preferensi produk dan pesaing-pesaingnya dapat digambarkan pada peta persepsi.
4. Masing-masing produk menawarkan atribut manfaat kelas produk yang dapat diterima oleh pemikiran konsumen.
Ada beberapa pilihan startegi merancang posisi produk :
1. Posisi berdasarkan atribut produk kualitas, harga, penampilan, atau modelnya
2. Posisi berdasarkan pada manfaat produk. Kegunaan produk, fungsi, atau manfaat menggunakannya
3. Posisi yang mendasarkan penggunaan produk. Pemakaian menetap atau untuk kepentingan diperjalanan
4. Posisi berdasarkan pemakaian produk. Posisi kendaraan menurut kepentingan keluarga akan berbeda dengan posisi kendaraan untuk pemakaian untuk niaga
5. Posisi yang membedakan langsung dengan pesaing. Posisi produk dapat dirancang berbeda secara langsung terhadap produk-produk pesaing dengan menyinggung atau menyebut atribut produk pesaingnya.
Langkah penempatan posisi produk adalah :
1. Identifikasi pembedaan-pembedaan produk yang mempunyai keunggulan terhadap produk pesaing.
2. Memilih dan menentukan pembedaan produk yang paling efektif.
3. Menyebarluaskan informasi keunggulan produk yang ditawarkan dan mendistribusikan produknya agar dapat dicapai dengan mudah oleh konsumen.
Pembedaan produk :
1. Beda fisik produk
2. Pelayanan produk
3. Personel perusahaan
4. Citra produk

sumber :
Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran, Gunadarma, Jakarta, 1993
www.academia.edu
www.kotlermarketing.com

Bab 3, Perilaku Pasar

A. PENGERTIAN PASAR

Pengertian pasar secara umum dan sering dikenal adalah temapat pertemuan pembeli dan penjual. Pengertian tersebut adalah pengertian pasar tradisional. Pengertian pasar menurut konsep pemasaran berbeda dengan pengertian pasar tradisional sehari-hari.

Pengertian pasar menurut pemasaran adalah kelompok individual (perorangan maupun organisasi) yang mempunyai permintaan terhadap barang tertentu, berdaya beli, dan berniat merealisasikan pembelian tersebut.

Secara keseluruhan, perilaku pasar bersifat heterogen. Sebagian pasar berperilaku tertentu sedang bagian pasar yang lain berperilaku lain pula. Pemasar memerlukan kelompok-kelompok pasar yang berperilaku lebih seragam. Untuk tujuan tersebut, pasar dikelompok-kelompokan dalam beberapa bagian.

Atas dasar perilaku tujuan pembeliannya, pasar dibedakan menjadi dalam dua kelompok :

1. Pasar konsumen akhir

Pasar konsumen akhir sering disebut sebagai pasar konsumen, meliputi pribadi atau rumah tangga yang mengkonsumsi barang untuk keperluan sendiri dan untuk rumah tangganya.

2. Pasar konsumen antara

Pasar konsumen antara sering dikenal sebagai pasar produsen, pasar industrial atau pasar organisasional yang mengkonsimsi barang untuk keperluan (diproses atau dijual) pihak lain.



B. PERILAKU PASAR

Perilaku pasar adalah pola kebiasaan pasar meliputi proses (mental) pengambilan keputusan serta kegiatan fisik individual atau organisasional terhadap produk tertentu, konsisten selama periode waktu tertentu.

1. PASAR KONSUMEN
Pasar konsumen adalah kelompok individual (perorangan maupun rumah-tangga) yang membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, tidak untuk maksud lain.

2. PROFIL PASAR KONSUMEN
Informasi statistic mampu menjelaskan tentang profil pasar konsumen dengan baik. Data konsumen dapat diperoleh dari laporan-laporan atau penerbitan-penerbitan statistic yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga pemerintah misalnya BPS, BI, Pemda, dsb atau lembaga-lembaga swasta PDBI, PPM, dsb. Akan tetapi informasi pasar konsumen yang lebih sesuai dengan kebutuhan peneliti perlu dikumpulkan oleh peneliti yang bersangkutan secara langsung.
Melalui penelitian pasar (market research) secara khusus dapat dibangun profil pasar yang lebih relevan dan informative. Informasi yang baik harus dapat menjelaskan tidak hanya profil pasar saat sekarang tetapi juga profil pasar untuk masa yang akan datang.

3.MODEL PERILAKU KONSUMEN
Untuk menjelaskan perilaku pasar konsumen perlu dibangun model analisis yang memadai. Keputusan pembelian konsumen untuk membeli atau tidak membeli merupakan respons perilaku stimulant yang diterima konsumen. Modal yang mendasarkan pada arus proses perilaku konsumen ini sering dikenal sebagai model rangsang-tanggapan (stimulus respons model).

4. STIMULUS PEMASARAN
Faktor-faktor stimulant aspek pemasaran meliputi seluruh kegiatan pemasaran yang ditujukan kepada pasar. Meliputi :
a. Aspek Produk, yaitu kualitas, model baru, bahan yang dipergunakan, features, popularitas merk, garansi, dsb.
b. Aspek Harga, yaitu harga murah, harga prestos, pemberian diskon, fasilitas kredit, dsb.
c. Aspek Promosi yaitu iklan, promosi penjualan, salesgirls, publisitas.
d. Aspek Distribusi, yaitu kemudahan memperoleh, window display yang menarik, kemudahan membandingkan, dsb.

5. STIMULUS LINGKUNGAN
1. Kondisi Ekonomi, yaitu pendapatan sekarang, harapan pendapatan dimasa depan, tingkat konsumsi, inflasi, dsb.
2. Perkembangan Teknologi, yaitu inovasi produk baru, adanya barang atau kebutuhan subtitusi atau komplementer, dsb.
3. Situasi Politik, yaitu resiko, fasilitas, kemudahan, peraturan pembatasan, dsb.
4. Kondisi Budaya, yaitu tradisi, kebutuhan sosial, strata sosial, seremonial, keprcayaan, dsb.

PERILAKU PEMBELIAN DAPAT DIPAHAMI MELALUI:

pemahaman perilaku pembelian konsumen dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu :
1. Metode introspektif, yaitu melalui tindakan-tindakan diri sendiri sebagai dasar untuk menjelaskan perilaku pembelian konsumen.
2. Metode retrospektif, yaitu usaha mengungkapkan tindakan-tindakan yang telah dilakkan oleh pembeli terhadap pembelian produk tertentu waktu lalu.
3. Metode prospektif, yaitu dengan usaha menanyakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh calon pembeli apabila hendak mmebeli sesuatu pada masa yang akan datang.
4. Metode preskriptif, yaitu dengan menanyakan kepada pembeli, tindakan apa yang seharusnya paling baik dilakukan untuk pembelian produk tertentu.

C. PERILAKU PASAR INDUSTRIAL
Pasar industrial, pasar produsen, atau pasar organisasional (produsen, pedagang, pemerintah, dan lembaga-lembaga nonprofit) adalah kelompok organisasional yang membeli produk dan jasa untuk dijual kembali atau diproses menjadi produk lain yang akan dijual untuk kepentingan organisasinya.
Karakter pasar industrial :
1. umlah pembeli industrial relative sedikit, tetapi volume pembeliannya lebih besar dari pada volume pembelian pasar konsumen.
2. Pembelian barang yang dilakukan oleh pasar industrial adalah lebih kontinyu.
3. Melakukan pembeian dalam jangka panjang.
4. Organisasi pembelian
5. Organisasi pembelian umumnya adalah professional, rasional, dan berpengalaman. Permintaan organisasi secara keseluruhan adalah bersifat inelastic dan permintaan pembelian organisasi bersifat turunan. Lokasi perusahaan umumnya terkonsentrasi pada wilayah industri, perdagangan, atau perkantoran.

Keputusan pembelian industrial

Pertimbangan keputusan pembelian industrial lebih kompleks daripada keputusan konsumen. Selain aspek personal dan lingkungan yang lebih umum, faktor lain yang berpengaruh terhadap perilaku pembeliannya adalah aspek intraorganisasi, aspek hubungan interorganisasi serta aspek hubungan interpersonal.



FAKTOR PENGARUH PERILAKU PEMBELIAN

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian pasar industrial adalah:
1. Lingkungan organisasi : tingkat permintaan, situasi ekonomi, biaya modal, tingkat perubahan teknologi, politik dan peraturan pemerintah, kondisi persaingan.
2. Intraorganisasi: tujuan organisasi, kebijakan, prosedur, struktur organisasi, sistem, pertumbuhan, inovasi, survival, keuntungan, dsb.
3. Interorganisasi dan inter individu: relasi antara pemasok, investor, masyarakat dan perusahaan, wewenang jabatan, persuasi, dsb.
4. Individual: umur, income, edukasi, empati, kepribadian, sikap, karir, dsb.

TIPE PEMBELIAN PASAR INDUSTRIAL
1. Pembelian baru : adalah pembelian yang dilakukan untuk pertama kali.
2. Pembelian ulang modifikasi : adalah pembelian kembali atas kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya.
3. Pembelian ulang rutin : adalah pembelian ulang yang sering dilakukan secara periodic (rutin)

PERAN PEMBELIAN ORGANISASIONAL
Peran-peran pelaku dalam proses pembelian organisasional adalah :
1. Pemakai (user)
2. Pengaruh (influencers)
3. Pembeli (buyers)
4. Pengambilan keputusan (deciders)
5. Penjaga gawang (gatekeepers)

PROSES PEMBELIAN INDUSTRIAL
1. Penentuan kebutuhan
2. Pengumpulan informasi
3. Pengambilan keputusan
4. Pelaksanaan pembelian
5. Evaluasi pembelian

PERILAKU PASAR PEMBELI
Pasar pembeli adalah para pedagang yang akan membeli barang dagangan untuk dijual kembali kepada konsumen.
Produk yang dibeli :

Jenis produk yang dibeli dapat dibedakan dalam beberapa ragam pilihan:

Ragam lebar dan dalam, adalah keragaman barang dagangan yang mempunyai banyak kategori dan banyak pilihan pada masing-masing kategori.
Ragam lebar dan dangkal, adalah keragaman barang dagangan yang mempunyai banyak kategori tetapi hanya mempunyai pilihan terbatas pada masing-masing ketegori.
Ragam tipis dan dalam, adalah keragaman barang dagangan yang hanya mempunyai sedikit kategori tetapi menyediakan pilihan yang sangat lengkap.
Ragam tipis dan dangkal, adalah keragaman barang dagangan yang mempunyai sedikit kategori maupun pilihannya.
Organisasi pembelian :
1. Organisasi pembelian yang terpisah dengan bagian penjualan lebih terspesialisasi, lebih dekat dengan konsumen tetapi berpeluang untuk konflik dengan bagian penjualan.
2. Organisasi penjualan yang terpadu dengan bagian pembelian lebih mampu memadukan antara kepentingan pembeli dan penjual.
Berdasarkan sumber personelnya, organisasi pembelian dapat dibedakan antara :
1. Organisasi pembelian yang berpersonel dari dalam (internal)
2. Organisasi pembelian yang berpersonel dari luar perusahaan (external)
3. Bagian pembelian local yang berpersonel dependen maupun independen
4. Organisasi koperasi pembelian yang mempunyai personel sebagai anggota koperasi pembelian adalah para pembeli independen.

PERILAKU PASAR PEMERINTAH
Pasar pemerintah adalah organisasi atau lembaga pemerintah yang membeli produk-produk untuk menjalankan kegiatan operasionalnya melayani kepentingan masyarakat.
Partisipan dalam proses pembelian:
Partisipan dalam proses pembelian pemerintah dibedakan menurut strata pemerintahannya. Pemerintah pusat, pemerintah tingkat satu, pemerintah tingkat dua, sampai pemerintah pada tingkat-tingkat dibawahnya.

sumber :
Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran, Gunadarma, Jakarta, 1993
www.academia.edu
www.kotlermarketing.com

Bab 2, Lingkungan Pemasaran

PEMIKIRAN SISTEM

Sistem merupakan teori relative yang berusaha menjelaskan pola keteraturan antar hubungan (interelasi) dan ketergantungan (interdependensi) bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk secara keseluruhan. Sifat setiap manusia yang mempunyai kebutuhan dan keinginan akan selalu berusaha mencari atau memperoleh produk yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Pertukaran adalah salah satu cara manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan akan produk atau jasa tertentu.
Secara ringkas pertukaran adalah :
1. Melibatkan dua (atau lebih) pihak,
2. Masing-masing pihak mampu berkomunikasi satu dengan yang lain,
3. Masing-masing pihak saling memerlukan karena mempunyai sesuatu yang bernilai bagi yang lain, dan
4. Mempunyai kebebasan untuk saling menerima atau menolak tawaran masing-masing.
5. Pola dan perilaku pertukaran mampu menciptakan suatu sistem pertukaran yang mendasari kegiatan-kegiatan :

6. Sistem ekonomi wilayah atau negara, yaitu pertukaran produk dan jasa antara pemerintah (produsen) dan rakyat (konsumen)
7. Sistem pemasaran, yaitu pertukaran produk dan jasa antara pemasar (produsen) dan pasar (konsumen)

SISTEM EKONOMI
Sistem ekonomi adalah struktur dan pola keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonommi (pemerintah, bisnis, swasta, industri, koperasi, pemodal, rakyat) yang saling melakukan transaksi pertukaran barang dan jasa. Bentuk sistem ekonomi suatu wilayah atau negara bergerak dari dasar alternative sistem ekonomi terkendali (planned system) hingga bentuk sistem ekonomi bebas atau ekonomi pasar (market-directed). Sistem ekonomi suatu negara tidaklah selamanya tetap tetapi selalu mengalai perkembangan dan perubahan.

SISTEM PEMASARAN
Sistem pemasaran adalah pola hubungan dari pelaku-pelaku kegiatan pemasaran yang mempunyai tujuan transaksional tertentu.
Perkembangan tujuan transaksional sistem pemasaran adalah sebagai berikut :
1. Tingkat konsumsi masyarakat yang maksimum.
2. Tingkat kepuasan konsumen yang maksimum.
3. Tingkat pilihan konsumen yang maksimum.
4. Kualitas hidup konsumen yang maksimum.
Sistem pemasaran melibatkan sejmlah pihak-pihak yang independen (misalnya pemasok, pemasar, penyalur, pasar, dan pihak-pihak lain) yang berperan dalam kegiatan bisnis (profit maupun nonprofit) dalam bentuk hubungan tata niaga tertentu. Meliputi kepentingan lingkungan organisasi (pemasar maupun nonpemasar) sebagai pihak internal dengan lingkungan pemasaran sebagai pihak eksternalnya. Dengan kata lain terdapat keterkaitan pengaruh antara lingkungan internal dengan lingkungan eksternalnya.

LINGKUNGAN PEMASARAN
Struktur dari sistem pemasaran terbentuk oleh dua komponen subsistem lingkungan utama. Yaitu subsistem lingkungan internal dan subsistem lingkungan eksternal.
LINGKUNGAN INTERNAL
Lingkungan internal adalah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang dapat dikendalikan, artinya, untuk mencapai tujuan  dan menjalankan strategi pemasaran, pemasar mampu melakukan pengendalian atau pengaturan atas operasi kegiatan-kegiatan tersebut seperti yang dikehendaki perusahaan. perusahaan dapat melakukan alokasi sumberdaya secara produktif melalui koordinasi faktor manusia dan alat-alat manajemen.
Pemahaman lingkungan internal (fungsi pemasaran dan fungs nonpemasaran) pada umumnya perlu ditekankan pada aspek :

1. Aspek Sumberdaya organisasi meliputi kekayaan, kemampuan, dan posisi pasar. Mampu mendukung startegi dan dipercaya dapat berpengaruh terhadap usaha merealisasi tujuan organisasi.
2. Aspek Manusia. Sumbedaya manusia merupakan kekuatan perusahaan, tetapi sebaliknya dapat juga sekaligus sebagai ancaman perusahaan apabila tidak dikendalikan dengan baik.
3. Aspek alat-alat manajemen dan teknologi, yang meliputi siste informasi, organisasi, dan teknik-teknik operasional. Penguasaan manajemen teknologi atau teknologi mampu memberikan kekuatan kepada perusahaan. Akan tetapi pengendaliannya memerlukan investasi yang tidak sedikit.
Pada umumnya aspek pemasaran meliputi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan :
1. Perencanaan barang (product)
2. Penetapan harga (price)
3. Program promosi (promotion)
4. Saluran distribusi (place)
Aspek nonpemasaran adalah kegiatan-kegiatan fugsional atau operasional perusahaan (selain kegiatan pemasaran). Antara lain adalah :
1. produksi
2. personalia
3. keuangan
4. penelitian dan pengembangan
5. administrasi, dan sebagainya

LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan eksternal kegiatan pemasaran adalah pengaruh-pengaruh tidak langsung yang berada di luar kekuasaan atau kendali pemasar. pengaruh-pengaruh tersebut akan memaksa pemasar untuk menyesuaikan arah dan starteginya agar tetap survive di lingkungannya.
Situasi maupun perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan luar ini dapat memberikan peluang-peluang atau hambatan-hambatan yang dapat dimanfaatkan atau diatasi oleh pemasar.
Tidak semua pemasar mampu menangkap atau bahkan menciptakan peluang-peluang atau hambatan-hambatan tersebut. misalnya deregulasi otomotif yang dikeluarkan pemerintah, bagi perusahaan tertentu (misalnya importir mobil mewah) dapat merupakan peluang untuk mengembangkan usaha, tetapi bagi perusahaan lain (eksportir mobil sederhana) dapat merupakan ancaman.
Lingkungan luar makro meliputi aspek :
1. kondisi perekonomian
2. hukum, politik dan peraturan pemerintah
3. kependudukan dan keseimbangan lingkungan
4. teknologi
5. sosial dan kebudayaan

KONDISI PEREKONOMIAN
Perekonomian adalah kondisi lingkungan eksternal yang berkaitan dengan persoalan keseimbangan penggunaan sumberdaya yang terbatas oleh berbagai pihak untuk menjalankan kegiatan produksi.
Konsekuensi dari masing-masing sistem serta kegiatan pertumbuhan ekonominya memberikan pengaruh terhadap kegiatan perusahaan. untuk dapat memahaminya, diperlukan berbagai indikator yang dapat menjelaskan kegiatan-kegiatan ekonomi suatu negara.
Indikator-indikator tersebut adalah :

1. pendapatan dan produk nasional (GNP,GDP,Tingkat konsumsi)
2. harga, upah, produktivitas (tingkat inflasi, index harga)
3. investasi (industri, peralatan)
4. tabungan (personal, bisnis)
5. tenaga dan kesempatan kerja (jumlah TK, unemployment)
6. kegiatan pemerintah (PJP, Pelita, APBN)
7. transaksi internasional (neraca perdagangan, Ekspor, Impor)

HUKUM, POLITIK, DAN PERATURAN PEMERINTAH
Pemerintah mengendalikan kegiatan dan warganegaranya dengan berbagai hukum, politik, dan peraturan-peraturan. hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
1. Hukum Lokal, Dagang, Internasional
2. Badan Arbitrasi, Hak cipta
3. Kestabilan dan resiko politik
4. Kebijakan Moneter dan Fiskal
5. Investasi dan Industri
6. Perbankan dan Perdagangan DN dan LN
7. Subsidi, Proteksi dan pembatasan

KEPENDUDUKAN DAN KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
Sebagai warga negara maupun bukan warganegara, pengaruh penduduk bagi perusahaan sangat penting. penduduk merupakan pasar potensial. oleh karena itu perlu dipahami dengan baik. keberadaan penduduk disuatu wilayah atau negara tidaklah tetap, melainkan selalu berubah. baik dalam jumlah, komposisi, maupun perilakunya. Oleh karena itu, perlu dijaga keseimbangannya dengan baik.
1. perubahan jumlah dan komposisi penduduk
2. distribusi pendapatan penduduk
3. penyebaran dan kepadatan penduduk
4. besar anggota dan siklus kehidupan keluarga
5. persediaan sumberdaya alam
6. pencearan dan ekosistem

TEKNOLOGI
Kemajuan teknologi mempengaruhi perkembangan kegiatan proses produksi. tidak hanya memperbaiki cara-cara dalam memproduksi tetapi juga material yang diperlukan untuk proses produksi menjadi semakin baik. banyak produk-produk baru yang diperlukan dan kemudian diciptakan, tetapi juga banyak produk-produk yang tidak lagi diperlukan karena sudah usang.

Perubahan-perubahan lingkungan teknologi tersebut memberikan pengaruh besar terhadap perusahaan. untuk engendalikannya, perusahaan merasa perlu mengembangkan sendiri. yaitu semakin banyak pusat-pusat riset dan pengembangan teknologi dibangun oleh perusahan-perusahan.
Perkembangan teknologi meliputi beberapa tahap :
1. tahap teknologi baru atau inovasi
2. tahap pengembangan teknologi
3. tahap penggunaan teknologi
Sosial dan kebudayaan meliputi :
1. kultur dan etos kerja
2. konsep keluarga dan masyarakat
3. perubahan gaya hidup
4. pendidikan dan kualitas kehidupan
5. kehidupan religius
6. globalisasi
7. transportasi dan komunikasi

LIINGKUNGAN EKSTERNAL-MIKRO
Lingkungan eksternal yang langsung berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran adalah lingkungan luar-mikro. lingkungan luar-mikro meliputi pelaku-pelaku yang aktif berperan dalam proses kegitan pemasaran. meskipun keberadaannya diluat, tetapi pemasar masih dapat mempengaruhi kegiatan-kegiatan mereka. dengan kata lain pemasar mampu mengendalikan lingkungan luar-mmikro.
Lingkungan luar-mikro meliputi aspek :
1. pemasok
2. pesaing
3. perantara
4. pasar

ASPEK PEMASOK
Pemasok pemasaran perusahaan adalah lembaga-lembaga atau individual yang melakukan kegiatan penyediaan sumberdaya yang diperlukan untuk operasional perusahaan. Meskipun pemasok memberikan pengaruh langsung terhadap tujuan dan startegi pemasaran, tetapi sebaliknya perusahaan juga mampu mengendalikan pemasok tergantung beberapa kondisi :
1. peran produk yang ditawarkan pemasok
2. potensi pemasok melakukan integrasi ke depan
3. persaingan antar pemasok

ASPEK PESAING
Empat golongan pesaing bagi perusahaan adalah :
1. Perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang dan atau harga yang relatif sama. pesaing dari Honda adalah Toyota, Peugeot maupun Mitsubishi. BMW, Volvo maupun Mercedes adalah bukan pesaingnya karena termasuk mobil-mobil mewah.
2. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri yang sama, atau membuat barang-barang pada kelas yang sama. Pesaing Honda sekarang adalah semua perusahaan mobil (termasuk mobil-mobil mewah).
3. Perusahaan yang memproduksi barang-barang untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan konsumen yang sama. Pesaing Honda sekarang tidak hanya seluruh perusahaan mobil tetapi juga perusahaan yang memproduksi jasa transportasi, misal : kereta api, taksi, biskota, sepeda, pesawat terbang bahkan juga pejalan kaki.
4. Perusahaan-perusahaan  yang bersaing untuk memperebutkan uang konsumen. sehingga pesaing Honda adalah bukan hanya perusahaan-perusahaan dalam industri transportasi atau jasa transportasi tetapi juga industri real estate, investasi, emas-permata, kenikmatan hidup dan sebagainya.

ASPEK PERANTARA
Perantara (middleman) adalah individual atau lembaga-lembaga usaha yang kegiatannya adalah menyampaikan barang dan jasa secara langsung atau tidak langsung dari pemasar ke konsumen. perantara atau penyalur dapat merupakan usaha yang independen maupun dependen terhadap perusahaan.
Perantara yang independen adalah para pedagang (merchant middleman) yang membeli barang dari perusahaan. mereka dapat merupakan pedagang besar (wholesaler) atau pedagang eceran (retailer).
Perantara yang dependen merupakan kepanjangan dari kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendekati pasar. oleh karena itu kegiatan perantara ini memang dapat dikendalikan (penetapan harga, kuota penjualan dan sebagainya) oleh perusahaan. mereka ini adalah para agen (agent middleman) atau cabang-cabang kantor perusahaan.

ASPEK PASAR
Pasar mempunyai tiga karakteristik :
1. minat karena mempunyai kebutuhan maupun keinginan terhadap barang dan jasa tertentu
2. kemampuan membeli karena mempunyai sesuatu yang bernilai (misalnya uang) untuk dipertukarkan dengan barang yang diperlukan
3. akses pembelian atau kesediaan untuk merealisasikan pertukaran tersebut.
Pasar meliputi pasar konsumen antara (intermediate costumers) dan konsumen akhir (final consumers). konsumen antara adalah pasar yang membeli barang dan jasa bukan untuk dikonsumsi sendiri. mereka membeli barang untuk dijual atau diproses menjadi barang lain dan dijual kembali. mereka dapat sebagai pedagang atau para produsen yang memerlukan barang untuk masukan proses produksinya.

sumber : Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran, Gunadarma, Jakarta, 1993

Bab 1, Pengertian Konsep dan Lingkup Pemasaran

A. PENGERTIAN PEMASARAN

Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non-profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikan melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
Unsur pokok dalam kegiatan pemasaran adalah :
a. Pemasar
Pemasar adalah organisasi perusahaan atau perorangan yang mempunyai tujuan tertentu bagi organisasi maupun pribadinya. Tujuan pemasar tersebut misalnya keuntungan, survive, pangsa pasar, kesetiaan pelanggan, kesejahteraan, dan sebagainya yang harus dipenuhi.
Pemasar dapat merupakan :
1. Produsen
2. Organisasi
3. Pemerintah
b. Barang dan Jasa
Apapun bentuk sesuatu yang ditawarkan produsen untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen. Barang dapat bersifat konkret, tidak konkret atau kombinasinya.
c. Pasar
Pasar adalah konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa.
d. Proses pertukaran
Pertukaran adalah kegiatan dua pihak yang masing-masing memerlukan sesuatu milik pihak yang lain sebagai usaha untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan masing-masing.

B. LINGKUP PENGERTIAN PEMASARAN

PEMASARAN MIKRO-EKSTERNAL
Lingkup kegiatan pemasaran melibatkan antara kepentingan internal (lingkup mikro perusahaan) pemasar dengan pasar pada posisi eksternal perusahaan (orientasi eksternal). Pengertian pemasaran yang mmelibatkan lingkup mikro perusahaan dengan orientasi eksternal dapat dikelompokan sebagai pengertian pemasaran mikro-eksternal atau sering dikenal sebagai pemasaran eksternal.

PEMASARAN MIKRO-INTERNAL
Untuk pencapaian tujuan organisasi pada lingkup mikro perusahaan, dukungan pihak internal (pemodal, pelaksanan, dan pengelola) sangat diperlukan. Mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang juga perlu dipenuhi. Perusahaan perlu memenuhi kebutuhan , mereka agar tujuan organisasi terpenuhi. Usaha-usaha ini sebenarnya juga merupakan kegiatan pemasaran yang berorientasi internal perusahaan.

PEMASARAN MAKRO-EKSTERNAL
Pemasaran makro adalah proses penyebaran dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.


FUNGSI PEMASARAN UNIVERSAL
1. Pembelian
2. Penjualan
3. Pengiriman
4. Penyimpanan
5. Standardisasi dan klasifikasi
6. Pembungkusan
7. Penanggungan resiko
8. Pendanaan
9. Pengendalian iformasi pemasaran


C. PERKEMBANGAN KONSEP PEMASARAN

1.      Konsep produksi
Anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan yang harus dilakukan adalah efisiensi biaya agar dapat menjual barang dengan murah kepada konsumen
2.      Konsep produk
Aggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghandaki produk-produk yang berkualitas atau berpenampilan baik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah pengendalian kualitas.
3.      Konsep penjualan
Anggapan pemasar yang berorientasi kepada tingkat penjualan bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimu sebagai tujuan perusahaan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah usaha-usaha meningkatkan cara-cara penjualan dan kegiatan promosi yang instensif agar mampu mempengaruhi, membujuk konsumen untuk membeli sehingga penjualan dapat meningkat.
4.      Konsep pemasaran
Anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan eksternal bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan pelanggan melalui pemahaman perilaku konsumen.
5.      Konsep pemasaran yang memasyarakat (sosial)
Anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memnuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Tujuan kegiatan perusahaan adalah disamping berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat juga memperbaiki relasi antara produsen dan syarakat untuk peningkatan kesejahteraannya.

sumber :
Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran, Gunadarma, Jakarta, 1993
www.academia.edu
www.kotlermarketing.com

Jumat, 28 Maret 2014

Rabu, 26 Maret 2014

Romantisme Perekonomian Indonesia

Saat ini Bangsa Indonesia memiliki potensi perekonomian yang sangat besar dan belum diperhitungkan dalam dunia perekonomian internasional. Posisi seperti ini bisa menjadikan Indonesia sebagai kuda hitam dalam dunia ekonomi internasional. Indikasi tersebut telah muncul dengan bukti negara kita mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Kini bangsa kita memiliki pasar yang menjanjikan dengan ekonomi yang beragam, sistem keuangan cukup canggih dan populasi yang tumbuh cepat. Hal ini mengingatkan dan memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia tentang romantisme masa lalu bangsa kita sebagai macan asia.
Optimisme tersebut harus dimiliki bangsa kita mengingat masa lalu telah membuktikan bahwa bangsa kita mampu untuk menjadi macan asia dan diperhitungkan di dunia internasional. Pengakuan internasional tentang ekonomi Indonesia telah diungkapkan dengan upgrade terbaru dalam peringkat kredit negara yang dilakukan perusahaan jasa keuangan internasional seperti Standard & Poor dan Fitch Ratings and Moody’s. Mereka menyatakan pertumbuhan ekonomi yang ulet, utang pemerintah yang rendah dan pengelolaan fiskal yang berhati-hati telah telah menjadi kunci dalam menarik arus masuk keuangan ke Indonesia. Adapun hal-hal lain yang menjelaskan peningkatan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu :
• Sumber daya alam yang melimpah dan beragam
• Jumlah penduduk yang besar dan berkembang
• Stabilitas politik ( relatif )
• Pengelolaan fiskal yang hati-hati sejak akhir 1990-an
• Lokasi strategis dalam kaitannya dengan ekonomi raksasa China dan India
• Biaya tenaga kerja rendah

Ekonomi itu sendiri dapat didefinisikan sebagai sistem yang digunakan untuk mengelola sumber daya di suatu negara. Perekonomian suatu negara sering digunakan untuk mengukur seberapa kaya atau miskin negara dan rakyatnya. Ini berarti bahwa sebagian besar perekonomian itu sangat rumit dan memiliki dampak besar pada kehidupan orang-orang biasa. Ketika perekonomian berjalan dengan baik, itu berarti bahwa kebanyakan orang memiliki pekerjaan, mampu untuk hidup dan bahwa pemerintah membuat cukup uang dari pajak untuk melakukan tugasnya dengan benar. Ketika perekonomian buruk, itu berarti bahwa orang-orang akan kehilangan pekerjaan.

Dalam tulisan kali ini saya akan menuangkan tentang romantisme perekonomian Indonesia dari masa ke masa. Bangsa kita pernah menerapkan berbagai macam sistem perekonomian mulai dari liberal, demokrasi ekonomi, dan sekarang menganut sistem campuran. Saat ini pemerintah Indonesia memadukan dua sistem ekonomi sekaligus, yaitu sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpimpin, namun tidak terlepas dari nilai-nilai landasan Negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945. Sistem yang kita anut ini bertujuan bahwa pemerintah dan pihak swasta memiliki pernanan yang sama dan seimbang, sehingga tidak terjadi sistem ekonomi komando yang hanya dikuasai beberapa pihak saja, serta menghindari adanya sistem perekonomian pasar bebas yang sebebas-bebasnya.

Indonesia awalnya menganut sistem ekonomi liberal, dimana semua kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi seperti pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Pada masa pasca kemerdekaan, perekonomian Indonesia memang sangat buruk dengan ditandai oleh inflasi yang tinggi akibat dari beredarnya lebih dari satu mata uang yang tidak terkendali. Saat itu pemerintah RI untuk sementara waktu  menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah Indonesia, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Hal ini yang mempengaruhi kenaikan tingkat harga tidak terkendali. Akhirnya pemerintah RI pada bulan Oktober 1946 mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia).

Masalah ekonomi pada masa Orde Lama tidak berhenti sampai disitu. Bangsa kita kesulitan untuk melakukan perdagangan luar negeri karena Belanda melakukan blokade. Eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia pada masa penjajahan juga sangat dirasakan dampaknya, sehingga akhirnya kas negara kita menjadi kosong. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pada masa itu, antara lain Program Pinjaman Nasional, upaya menembus blokade Belanda, Konferensi Ekonomi Februari 1946, pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi), serta Kasino Plan mengenai swasembada pangan.

Bung Karno memang sangat memegang teguh prinsipnya bahwa Bangsa Indonesia memang baru saja terlahir. Jika saat ini kita belum bisa memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, biarlah kekayaan tersebut tersimpan utuh di bumi Indonesia tercinta. Bung Karno tidak pernah sedikit pun berniat untuk menjual atau menggadaikan aset sumber daya alam yang ada di Indonesia. Bahkan untung penebangan hutan secara liar pun sangat jarang terjadi. Bung Karno terus menjaga harkat martabat serta harga diri Indonesia dengan menabung sumber daya alam yang kita miliki untuk anak dan cucu Bangsa Indonesia nanti, kelak ketika kita sudah bisa mengolahnya sendiri. Jadi, pada masa kepemimpinan Bung Karno, bangsa kita memang bisa dibilang hidup miskin demi melindungi anak cucu Bangsa Indonesia di kemudian hari.

Indonesia pada akhirnya harus merasakan masa yang cukup kelam setelah mendapatkan kemerdekaan. Orde lama menyisakan pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pemerintah kita. Pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada penyelamatan ekonomi nasional terutama untuk mengendalikan tingkat inflasi yang menunjukan angka kurang lebih 650% pada awal tahun 1966. Pemerintah pun fokus pada penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Ditengah gentingnya suasana politik Indonesia pada masa itu ketika peristiwa pemberontakan yang dilakukan PKI dan akan dimulainya rezim Soeharto, pemerintah tetap berfokus pada penyelamatan ekonomi nasional. Pemerintah kita melakukan stabilisasi dan rehabilitasi dalam pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Keadaan ekonomi Indonesia pasca Orde Lama sangat parah dengan hutang luar negeri mencapai 2,3-2,7 miliar sehingga pemerintah Indonesia meminta negara-negara untuk menunda pembayaran utang luar negeri Indonesia. Kemudian Indonesia akan menggunakan devisa ekspornya untuk pembayaran utang dan mengimpor bahan-bahan baku. Selama 10 tahun sejak Orde Lama berakhir tersebut perekonomian Indonesia memang mengalami kelumpuhan. Sambil merangkak pada Orde Baru, Bangsa kita melakukan pembangunan dengan tujuan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pedoman pembangunan nasional kita pada waktu itu adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan, yang intinya adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Pelaksanaan pembangunan nasional dilakukan dalam dua tahap, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun, sedangkan jangka pendek mencakup periode 5 tahun (pelita/pembangunan lima tahun) yang merupakan penjabaran dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu berkaitan. Hal ini cukup berhasil karena lebih dari 30 tahun, pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi.

Bangsa kita akhirnya bisa mencapai swasembada beras dengan memenuhi kebutuhan beras untuk rakyatnya sendiri. Hal ini akhirnya menciptakan perbaikan kesejahteraan rakyat sehingga angka kemiskinan menurun dan tingkat pendidikan yang terus meningkat. Namun kebijakan yang dilakukan masa Orba banyak merusak dan mencemari lingkungan serta sumber daya alam. Walaupun pertumbuhan ekonomi terlihat meningkat pesat namun pada kenyataannya pembangunan tidak terjadi secara merata. Semua pembangunan semata-mata hanya ditangani oleh pihak-pihak tertentu yang secara otoriter mengendalikan semua kebijakan Indonesia dan mementingkan kepentingan golongan tertentu. Wilayah Indonesia yang menyumbang devisa terbesar terutama diluar jawa justru masih banyak memiliki angka kemiskinan, sehingga akhirnya menjadi penyebab utama terpuruknya kembali perekonomian Indonesia dan meruntuhkan rezim Orde Baru.

Rakyat Indonesia seakan terlena dan tidak mengetahui apa yang terjadi pada negara mereka di masa Orde Baru. Masa ini sangat bertolak belakang dengan prinsip Bung Karno. Orde Baru sangatlah tertutup dan tidak transparan. Semua sumber daya alam kita dibiarkan untuk diekspoitasi oleh pihak asing, bahkan dengan menggadaikan atau menjual aset kita. Hasil kekayaan perut bumi dan hutan Bangsa Indonesia telah diambil alih oleh pihak asing dan menjadi sumber penghasilan negara untuk menutupi keterpurukan. Wajar jika akhirnya Orde Baru berhasil mencipatakan masyarakat yang cukup sejahtera. Bahkan segelintir kelompok orang sangat merasakan pesatnya pendapatan mereka dengan praktik KKN yang semakin merajalela. Hingga akhirnya keserakahan itulah yang meruntuhkan rezim Orde Baru yang bergelimang KKN dan ditandai dengan terjun bebasnya rupiah ke angka 16.000 per dollar. Bangsa kita seolah-olah telah dihina dan dipermainkan oleh pihak asing sampai tidak memiliki harga diri sebagai bangsa yang bermartabat dan disegani seperti di era Bung Karno.

Romantisme perjalanan Bangsa Indonesia tidak berhenti hanya sampai disitu. Iklim kebangsaan setelah Orde Baru menunjukan suatu kondisi yang mendukung untuk mulai dilaksanakannya sistem ekonomi Indonesia sesungguhnya yang diingkan rakyat Indonesia. Sejak bergulirnya reformasi 1998 ditandai dengan krisis ekonomi dan tumbangnya pemerintahan Orde Baru, di Indonesia mulai dikembangkan sistem ekonomi kerakyatan, di mana rakyat memegang peranan sebagai pelaku utama namun kegiatan ekonomi tetap lebih banyak berdasarkan pada mekanisme pasar. Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan, namun juga kebijakan ekonomi. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun, terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. Presiden Habibie dan Abdurrahman Wahid yang mewarisi tonggak pemerintahan Indonesia belum bisa melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi dan menyelamatkan negara dari keterpurukan. Warisan Orde baru mengenai korupsi, kolusi dan nepotisme pun pada era reformasi ini semakin mengakar dan mendarah daging. Presiden Gus Dur malah terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat dan akhirnya digantikan oleh presiden Megawati.

Pemecahan masalah ekonomi dan penegakan hukum semakin mendesak untuk segera diselesaikan. Kebijakan penundaan pembayaran utang luar negeri pun kembali dilakukan. Presiden Megawati akhirnya membuat kebijakan kontroversial dan dicekam oleh masyarakat dengan melakukan privatisasi perusahaan negara (BUMN), yaitu menjual perusahaan negara di dalam periode krisis kepada pihak asing. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemebrantasan Korupsi), tetapi hingga sekarang belum ada gebrakan kongkritnya dalam memberantas korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga melakukan kebijakan kontroversial, yaitu mengurangi subsidi BBM atau dengan kata lain menaikan harga BBM. Kebijakan ini akibat naiknya harga minyak dunia, dan anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung pembangunan.

Tahun ini adalah kembali menjadi pesta demokrasi bangsa kita tercinta. Sudah kurang lebih sekitar 15 tahun sejak berdirinya era reformasi, tapi apakah Anda yakin Orde Baru benar-benar telah berakhir? Parktik-praktik pemerintahan yang negatif sisa warisan era Orde Baru memang masih sangat banyak terjadi di era reformasi ini, bahkan masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini. Pemerintahan yang tidak punya kebijakan dan hanya menuruti alur partai politik di DPR menandakan pemerintahan kita yang sangat lemah dan tidak memiliki prinsip. Sungguh malu jika melihat para leluhur yang berjuang mati-matian rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan anak cucu mereka, yang tidak lain dan tidak bukan adalah kita sekarang ini. Mereka rela hidup dengan serba kesulitan dan menabung semua aset yang dimiliki demi kita. Namun, kini kita tidak bisa berbuat banyak serta tidak bisa memelihara amanah serta harapan leluhur kita. Bangsa kita menjadi tidak jelas. 2014 ini mau dibawa kemana bangsa kita?

Sources:
www.ekoonomi.com
www.cadtm.org
www.indonesia-investments.com
www.indonesia.go.id

Senin, 17 Maret 2014

Singgasana Kecil Perekonomian Benua Biru

Sejak dahulu kala benua biru memang sangat identik dengan negara maju serta perekonomian terbesar dan terkaya di muka bumi ini. Kekuatan perekonomian Uni Eropa terletak pada perdagangan yang menyumbang lebih dari sepertiga total perdagangan di dunia. Benua biru sangat identik dengan kemajuan teknologi industri dan jasa negara-negara di Eropa barat, Britania Raya, atau hingga di Rusia. Tahukah Anda tentang negara terkaya di Eropa? Mungkin negara seperti Jerman, Inggris, Prancis, Italia atau Rusia sangatlah familiar di telinga kita, namun negara terkaya di Eropa bukanlah negara tersebut di atas. Menurut data International Monetary Fund (2012), Luksemburg adalah negara pemilik pendapatan tertinggi di Eropa sebesar 77,598 $ per kapita atau nomor dua terbesar di dunia setelah Qatar yang memiliki pendapatan per kapita sebesar 100,889 $. Mengungguli negara tetangga Singapura yang berada di peringkat tiga dengan pendapatan per kapita mencapai 60,799 $.

Pada posting kali ini saya sangat tertarik dengan keberhasilan ekonomi Luksemburg yang telah membuatnya menjadi salah satu negara terkaya di dunia dan menjadi pemilik tahta tertinggi perekonomian Eropa. Luksemburg adalah sebuah negara yang sangat kecil dengan luas daratan 2,586 kilometer persegi dengan populasi sebanyak 524,853 jiwa (per Oktober 2012) dan tidak memiliki wilayah laut, karena letaknya yang sangat strategis dikelilingi negara Jerman, Prancis, dan Belgia. Seperti negara-negara di Eropa Barat lainnya, Luksemburg juga menganut sistem perekonomian kapitalisme yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi dengan tujuan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan meminimalkan peran pemerintah setempat.


Tahta singgasana perekonomian di Luksemburg bertumpu pada industri jasa perbankan berteknologi tinggi, industri baja, karet, dan bahan kimia, serta didukung oleh sedikit lahan pertanian. Menurut data dari World Bank (September 2013), jasa perbankan di Luksemburg merupakan yang terbesar di dunia dengan nilai 91,388 $ mengungguli Macau dan Qatar. Sebagian besar bank di Luksemburg dimiliki oleh pihak asing dan memiliki hubungan luar negeri yang sangat luas sehingga menjadi lokasi pajak yang sangat menguntungkan. Keterbukaan terhadap perdagangan global dan investasi telah menjadi landasan ekonomi yang efisien dan dinamis. Sebuah tingkat tinggi stabilitas makro-ekonomi meminimalkan ketidakpastian, serta kerangka peraturan yang transparan mendukung operasi perusahaan swasta sehingga membuat Luksemburg menjadi tempat yang menarik untuk melakukan bisnis global. Dari hal di atas dapat ditemukan bahwa sebagian besar faktor-faktor produksi seperti tanah, modal, tenaga kerja, dan kewirausahaan mayoritas dimiliki dan sangat dikuasai oleh pihak asing atau swasta. Hal ini sangat membuktikan bahwa Luksemburg menganut sistem perekonomian kapitalisme/liberalisme.

Di satu sisi situasi seperti itu memang sangat menguntungkan dan menjadi harta karun bagi para investor asing untuk meraup laba sebanyak mungkin. Paham kapitalisme/liberalisme yang dianut negara ini menawarkan iklim yang kondusif bagi investasi asing. Desentralisasi atau pengambilan keputusan ekonomi memang hampir sepenuhnya berada di pihak swasta atau asing. Sistem perekonomian pasar yang mereka anut membuat Luksemburg sangat efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang. Kebebasan menjadikan tingkat kreativitas dan inovasi masyarakat mereka sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan pengawasan politik dan sosial sangat minimal, karena tenaga, waktu dan biaya sangatlah kecil sehingga menghasilkan pemerintahan yang stabil. Jumlah investor asing terbanyak di Luksemburg berasal dari Amerika Serikat. Perusahaan yang paling menonjol diantaranya menghasilkan karet (Goodyear), bahan kimia (DuPont), kaca (Guardian Industries), dan berbagai peralatan industri.

Perkembangan bisnis dalam kapitalis berfokus pada spesialisasi barang dan produksi massa sehingga banyak berkembangnya perusahaan berskala besar dan melahirkan berbagai perkembangan penelitian. Sistem perekonomian ini sangat unggul dalam efektifitas produksi, kreatifitas, dan penghimpun kepemilikan atau kekayaan. Sistem ini adalah sistem terbaik untuk menghimpun harta kekayaan dan melahirkan milyader-milyader baru, karena kebebasannya dalam kegiatan ekonomi untuk menghasilkan laba sebesar mungkin. Tidak heran jika Luksemburg yang didiami oleh banyak investor asing menjadi negara terkaya di zona eropa dan nomor dua di dunia. 

Di dalam kehangatan sistem kapitalisme/liberalisme yang mereka anut, pemerintah Luksemburg telah bertindak secara efektif dan efisien. Pertama adalah bahwa negara Luksemburg sangat aman dan nyaman untuk disinggahi para investor tersebut, karena pemerintah telah berperan aktif dalam sistem kapitalisme/liberalisme yaitu melindungi negara dari kekerasan dan serangan negara lain. Pemerintah Luksemburg juga memiliki badan hukum yang bisa diandalkan dengan bukti bahwa keadilan yang ada disana sangat diperhatikan. Tidak heran jika kesenjangan sosial dan pengangguran hampir tidak terasa keberadaannya di negara tersebut.

Kebebasan pasti berdampak negatif, begitu pun Luksemburg yang merasakan kegagalan dari paham yang mereka anut. Seperti negara-negara Uni Eropa lainnya, Luksemburg juga merasakan krisis global yang melanda Eropa di akhir tahun 2008. Krisis ini adalah dampak dari sistem perekonomian pasar atau kapitalisme/liberalisme yang dianut oleh negara-negara Eropa itu sendiri. Kapitalisme yang menimbulkan krisis global menunjukan betapa rapuhnya sistem ekonomi ini. Krisis ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang tinggi antara si kaya dan si miskin. Hal ini menimbulkan pengangguran sehingga meningkatnya angka kriminalitas. Seperti meningkatnya praktik monopoli untuk melemahkan semangat persaingan.

Akar dari krisis yang melanda Eropa adalah penerapan dari sistem kapitalisme itu sendiri. Sistem ini telah memperbolehkan pelaku bisnis melakukan spekulasi yang ditunjukan oleh adanya transaksi derivatif sehingga sistem ini menyebabkan sektor non-riil jauh lebih berkembang daripada sektor riil. Kapitalisme juga telah dianggap gagal karena menimbulkan kesenjangan ekonomi yang sangat parah seperti yang telah disebutkan diatas. Kesenjangan ini ditunjukan oleh hasil penelitian lembaga The New Economics Foundation (NEF) Inggris. Penelitian ini menunjukan bahwa pada dekade 1980-an, dari setiap kenaikan pendapatan per kapita 100$ kaum miskin hanya menikmati 2,2$ atau 2,2%. Kegagalan sistem kapitalisme ini mengharuskan para ekonom untuk mencari alternatif lain atau mempertahankan sistem ini dengan melakukan perubahan agar keuntungan tidak hanya  untuk kelompok atau golongan tertentu, tetapi juga untuk semua masyarakat.

Selama gejolak di pasar keuangan dunia dan permintaan global yang rendah di tahun 2008-2009 mendorong pemerintah Luksemburg untuk menyuntikan modal ke sektor perbankan dan menerapkan langkah-langkah stimulus untuk meningkatkan perekonomian. Hal ini menyebabkan defisit anggaran pemerintah sebesar 5% pada tahun 2009. Namun defisit tersebut di tahun 2011 berhasil dipotong hingga 1,1% dan menjadi 0,9% di tahun 2012. Ekonomi di Luksemburg sementara stabil dan tumbuh lambat karena diakibatkan pertumbuhan yang memang sedang lemah di Zona Eropa. Hingga kini di Luksemburg masih tetap memiliki standar taraf hidup yang sangat tinggi di dunia.

Menurut saya dengan luas wilayah yang sangat kecil, pemerintahan yang stabil, dan pendapatan ekonomi yang tinggi, serta didukung kedekatannya dengan Jerman, Prancis, dan Belgia wajar jika negara ini menghasilkan pertumbuhan yang solid, rendahnya inflasi, dan pengangguran yang rendah. Apakah Anda setuju? Semoga negara kita bisa mendapatkan pelajaran dari negara kecil ini, karena negara kita adalah bangsa yang lebih besar. Bangsa dengan rakyatnya yang banyak membuat negara kita menjadi bangsa yang besar. :’)

Sources : - International Monetary Fund
                  - World Bank
                  - New Economics Foundation